Membuat Youtube Series Bersama Kelas Jurnalistik 2020 Universitas Pelita Harapan


Membuat Youtube Series kecil-kecilan adalah salah satu highlight hidup tahun 2022 gue. Pengalaman menarik ini bisa terjadi karena tugas di mata kuliah Digital TV Production dengan dosen pengampu Bapak Raymond Kaya, dosen favorit anak jurnal nihh. Waktu itu, gue berperan sebagai produser acara dengan 6 anggota tim. Komposisi timnya benar-benar padat membuat kita saling bergantung sama lain. Dipikir-pikir, hebat juga ya 7 orang bisa buat Youtube Series sedemikian rupa hahaha. Sebagai produser, gue terlibat dari awal pembentukan konsep series hingga proses editingnya. Proses produksi 2 episode series ini memakan total waktu 6 bulan. Prosesnya panjaaangg dan tentunya melelahkan. Waktu itu banyak banget hal-hal yang perlu dipikirkan dan dipersiapkan matang-atang. Mulai dari filosofi acara, pencarian nama program, pembagian tugas, penentuan talent, dan lainnya. 

Pengalaman ini as a whole benar-benar hal yang baru buat gue dan semua anak di kelas. Saat itu, kita masih meraba-raba bagaimana cara membuat sebuah program TV dengan terjun langsung dan membuat Youtube Series. Kita benar-benar definisi learning by doing. Pengalaman paling berkesan selama itu adalah membuat konsep acara yang njelimet. Memunculkan sebuah ide kreatif yang abstrak menjadi sebuah konsep acara yang sistematis. 

Di episode pertama Youtube Series yang kita persiapkan tidak terlalu banyak. Waktu itu konsepnya hanya mempertemukan beberapa orang untuk ngobrol tentang topik "cinta pada pandangan pertama". Banyak hal yang dipertimbangkan, mulai dari ruangan yang akan di pakai, pertanyaan untuk penuntun pembiacaraan, konsumsi, alat-alat rekaman, dan sebagainya. Nggak terlalu pusing saat itu karena talent yang terlibat hanya 4 orang dan itu semuanya temen kuliah, jadi istilahnya udah kenal dan paham dengan karakter mereka masing-masing. Walaupun begitu, tetap aja ada beberapa kendala yang gue dan tim hadapi. Misalnya kondisi kamera yang ternyata kurang mumpuni untuk bisa merekam sebuah tayangan yang panjangnya 30 menit (bersihnya). Waktu rekaman, kamera-kamera pada mati pas talent bahkan belum selesai ngobrol. Kebanyakan masalah waktu itu adalah manajemen waktu dan keterbatasan penggunaan alat rekaman. 

Sementara episode kedua, adalah definisi pusing tujuh keliling. Walaupun pembagian waktunya sangat lengang dan santai, banyak banget hal yang perlu dipersiapkan sebelum hari rekaman. Belajar banyak dari pembuatan episode sebelumnya, kali ini kita berfokus pada alat-alat yang mesti bener-bener mumpuni. Selain itu, konsep kali ini kita buat lebih megah dengan lebih banyak talent, persiapannya pun butuh yang jauh lebih matang dari yang sebelumnya. Konsep utama yang kita ambil adalah kencan buta yang benar-benar buta. Jadi, dua orang laki-laki dan perempuan akan kencan tanpa pernah kenal sebelumnya, dan tidak punya ekspektasi fisik apapun karena mereka tidak melihat fisik satu sama lain. Waktu itu, total talentnya ada 9 orang yang kita belum kenal sebelumnya. Tingkat kesulitannya rasanya naik dua kali lipat. Walaupun begitu, gue merasa sangat enjoy waktu-waktu persiapan dan shooting video. Ini adalah salah satu pengalaman paling menarik selama waktu perkuliahan gue. 

Di bawah ini gue lampirkan tautan ke video Youtube Series Tanya Cinta (Episode 1 & 2). 
Nonton yaahh!! 

Tanya Cinta Episode 1: Love at First Sight https://youtu.be/3CLP52mza2U 
Tanya Cinta Episode 2: Talking Without Seeing https://youtu.be/t-MqGyyXW1g

Comments